Urusan ini


Rabbanaa.. Aatinaa.. milladunka rahmatan wahayyi lanaa min amrina rasyada..

Ya Tuhanku, berilah rahmat pada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan ini… (Al-Kahfi:10)

Dalam gigil kecemasan, riuh ketidakpastian dan tingginya pengharapan. Moga Allah selalu berkenan membimbing dan mengarahkan diri ini agar selalu menomorsatukan-Nya.

Sungguh nikmat-Nya tak terbilang, sedang syukur ini kadang timbul tenggelam. Ampuni si pandir ini Rabbi..

Bimbing ia dalam keterjagaan dan keberkahan selalu. Selalu.

 

Advertisements

Best Place


“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (Q.S Al-Mu’minuun: 29)

Lagi-lagi.. selama ini doaku duniawi.. Masih saja berputar pada permintaan “Ya Allah, tolong, tempatkanlah hamba di tempat yg nyaman, indah, dan begini, begitu…”

Ah, dunia sekali lah..

satu ayat diatas menyentak saja, sangat kuat. Berdebam keras ke ulu hati. Paham, dimanapun itu, ada atau tiada sakura, nyaman atau tidak. Terpenting adalah berkah. Dahsyat sekali perkara berkah ini.. Masya Allah..

Moga selalu dimampukan menyerap hikmah hingga ke saripatinya..

Allah, mohon tempatkanlah hamba dan orang-orang beriman yang Engkau cintai di tempat-tempat yg Engkau berkahi..

 

 Kini harusnya sudah tak menggalau lagi dgn perkara ini.. Dimanapun, asal Allah ridha ❤

 

 

Moga makin tampan, lahir dan batin :)


Pagi ini di depan cermin, entah kenapa merasa de ja vu. Jadi inget nasehat seseorang tentang jerawat. Suatu masa, pernah ada percakapan begini diantara kakak beradik:

“ih, aku ga suka jerawatan, ga suka, ga suka. Mana banyak bekasnya lagi. Arghh”. Keluh di adik yang menginjak masa remajanya dan masih sangat performance oriented itu.

Si kakak dengan kalem mulai berceloteh.. “Kamu tuh ya.. harusnya bersyukur dikasih jerawatan. Itu artinya Allah ngasih kesempatan buat kamu biar jadi anak perempuan yang baik. Coba kalo kamu ga punya jerawatan, pasti kamu bakal centil, terus pake pakaian yang ga pantes mentang-mentang cantik, terus sering maen sana sini. Gini kan lebih bagus, kamu jadi lebih banyak di rumah. Liat nih Aa, jerawatan gini aja banyak yang suka, apa lagi ngga.. Makanya Aa dikasih jerawatan gini biar mikir kali supaya jadi laki-laki baik yang ga tebar pesona sana sini. Intinya, syukuri aja deh. Muka boleh jerawatan, asal hatinya aja yang ngga.. Allah tau yang terbaik buat hamba-Nya”.

Si adik terdiam, sibuk mencerna kalimat sang kakak satu-per satu.

Kini, 9 tahun kemudian, hikmah itu tersibak manis. Si adik mulai paham korelasi antara berjerawat dan syukur. Bahwa syukur dapat terekam baik pada apa-apa yang kita suka juga pada apa-apa yang tidak kita suka. Jadi kakak, ini nih adikmu yang meskipun luarnya berjerawat, tapi hatinya selalu berusaha diolesi obat biar ga sakit dan ga kotor. Sungguh, jaga hati itu ternyata lebih sulit daripada jaga muka. Beneran! By the way, terimakasih banyak yaa atas semua hikmah dan nasehatnya. Meski disampaikan dengan cara yang konyol dan dodol. Well, i really appreciate it. It’ll stay in the deep of my heart. *halah, lebay*
Ah iya, hari ini juga aku khususkan waktu untuk berdoa dalam-dalam *meskipun sebelumnya juga iya*. Tapi ini beneran khusus, untukmu Aa ku. Doa yang jelita nan rahasia. Ga perlu lah ya disebutkan satu-satu disini doanya. Yang jelas, sungguh, tak ada doa kecuali kebaikan yang mengakar dalam jiwa buatmu hei akang :D.
Ada jeda sedikit dalam doa itu A, berasa rindu yang menjalar sampai ujung kuku. Sudah berapa kali Ied ya kita ga ketemu? Saling canda, lepas tawa. Ya Allah… rindu..

Tapi, aku mulai tersadar, dunia ini hanyalah sebuah perantauan. Sama kaya Pelabuhan Ratu, Bogor, Depok, Sangatta dan Surabaya.. Cuma tempat singgah aja..

Semoga Allah pertemukan kita di jannah sana.. Semoga.. Semoga Allah ganti pertemuan kita yang singkat di dunia ini dengan berkumpulnya kita di tempat yang kekal sana..
Baik-baik yaa disana. Moga Allah jaga selalu dengan penjagaan-Nya yang tak pernah padam.
Barakallah fii umurik.
Moga makin tampan, lahir dan batin 🙂

 

Moga makin ngganteng, dalam ketaatan dan keshalihan :)

Moga makin ngganteng, dalam ketaatan dan keshalihan 🙂

 

ada peluk doa dari mama juga:)

 

Baktiku,,


 

 

Ayah, adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan

Ibu, adalah cinta pertama bagi seorang anak laki-laki

(anonym)

Tapi mengapa bagiku cinta pertama itu terasa begitu hambar, Yah?

Mengingatmu, adalah caraku memuisikanmu

 

Bersyukur dada ini dilapangkan-Nya..

HIngga sesak itu dapat bermigrasi..

Bermigrasi kemanapun yang ia suka,

Agar sang sesak tak bisa menyabotase baktiku padamu..

 

Semenyakitkan apapun,

Semenyesakkan apapun,

Seperih apapun luka yang tertoreh di masa lalu

Sungguh, aku berupaya membebatnya dengan tunaikan baktiku padamu.

Meski tak selalu cukup bagi dahagamu

 

Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya

Aku tak pernah membencimu, meski hati yang merajai diri inginnya bertalu

Tak pernah bisa membenci, meski seujung kuku

 

Bersyukur, karena rindang kasih-Nya,

Dengki itu tak sempat bertransformasi menyembulkan bentuknya,

Tak sempat dan tak pernah akan

 

Karena aku belajar,

Bahwa membenci, tak akan pernah bisa menghapuskan luka

Bahkan hanya akan menjadikan luka itu parah penuh nanah

 

Tapi memaafkan,

Adalah bianglala indah yang menghubungkan kita

Mengizinkan sang waktu menyembuhkan perih yang tersisa,

Dengan doa dan tawakkal sebagai tameng di dada

 

Dan akhirnya,

Kupersembahkan baktiku sepenuh rasa,

Mumpung waktu masih lapang tersedia.

 

Oct, 27th 2012

Dandelion,

 

Sedikit tentang Kesyukuran..


“Ternyata butuh waktu selama kurang lebih tiga tahun untuk dapat mencintainya, Kak.. Aku jadi berfikir, apakah selama itu pula lamaku berproses untuk mencintai seseorang yang nantinya menjadi pendampingku nanti..”

“Bersama sesuatu yang kita cintai itu kebahagiaan, tapi mencintai sesuatu yang Allah pilihkan untuk kita adalah kenikmatan. pun dengan “dia” ” tandasnya, membuatku lama terdiam..

“nikmat ya? sedang berusaha mencari kenikmatan itu..”

“bukan dicari untuk bisa menikmati, tapi dinikmati.. agar kenikmatan qt dapati.. bersyukur..”

“Bersyukur.. ah iya, bersyukur.. okelah kalau begitu.. ” sambil merenung..

ada lagi sms “Karena cinta itu mengajarkan kesyukuran”

“juga kesabaran..”

“Everything..”
“Seperti melakukan kebaikan, kadang harus dipaksakan.. sampai akhirnya menjadi kebiasaan..”

hening.

Dan, aku benahi hati lagi.. meski telah berkali-kali.. Meresapi setiap kata-katanya.. Syukuri.. lalu insya Allah kau akan cinta.. Syukuri, yap.. hanya syukuri.. Sesederhana itu.. lalu kau akan temukan cinta yang merekah.. jelita nan rahasia..

tak terasa titik-titik bening itu menyembul.. kristalkan bentuknya..

Alhamdulillahilladzi fa ashbahna bi ni’mati ikhwana.. Alhamdulillah ya Allah for everything in my life.. Alhamdulillah, u help me to find this path.. You are the one, who has set me free and made me Strong.. Terimakasih Cinta 🙂

dan, mari bersyukur..
“A”

Memantaskan diri..


JIka ingin didampingi oleh seorang yang sekaliber ‘Ali ra, maka mari pantaskan diri menjadi seorang muslimah sekaliber Fathimah.. Itu indikatornya..

Apa yang paling utama dalam mempersiapkan pernikahan? Keimanan dan keshalihan yang utama..

Qt adalah pembelajar, maka mari pantaskan diri, agar layak bersanding dengan seseorang pilihanNya nanti…

#dalam rangka memantaskan diri..
dengan doa terpanjat..
Sang Pembelajar yang lemah T_T

6/8/2012

Ku Baca Firman Persaudaraan…


Ukhuwah

Ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan

Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman…

 

Aku ingat pertemuan pertama kita, Ukhti sayang

Dalam dua detik, dua detik saja

Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan

Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra

Dengan iman menyala, mereka telah mufakat

Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum ber Jabat

 

Ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

Aku makin tahu persaudaraan tak perlu dirisaukan

 

Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh

Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan terasa siksaan

Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai..

Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita..

Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil

Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping..

 

Kubaca firman persaudaraan Ukhti sayang

Dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;

“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain… kecuali orang yang bertaqwa…”

_Salim A. Fillah,Dalam Dekapan Ukhuwah_

 

Membacanya sempat membuat hati gerimis..

Oh Allah,, betapa,, betapa hati ini telah melabuhkan hati kepada saudari-saudariku tercinta..

Tapi, mungkin terkadang, sering bahkan sikap, perkataan dan segala tindak laku sang diri banyak mengiris hati mereka yang ku cintai..

Ukhti sayang, maafkanlah saudarimu ini..

If only you know how much i love u…

Sungguh, tak dapat ku pendam rasa perih ketika terucap di bibirmu sebuah kata keluar..tak lagi ingin membersamaiku dalam kumpulan ini. .

Sungguh,, tak mampu..

Maka, mohon dengan sangat ukhtiku sayang.. Jika aku memiliki khilaf dan alfa,, maafkanlah,, ikhlaskanlah..

Tapi jangan katakan hal itu.Hal yang membuat aku merasa sedih, tidak kah bagimu?. Meskipun futur alasannya, atau dengan alasan apapun itu,, sungguh tak akan pernah rela membiarkanmu pergi….Tak akan pernah…

Tetaplah disini ukhtiku sayang, membersamaiku dalam perjalanan panjang ini..

Karena aku mencintaimu.. amat sangat..

Uhibbuki fillah..