Jurnal Perjalanan ke SPAT Indonesia – Malang


Bismillah!!

yosh.. ditengah rushingnya mengerjakan tugas-tugas dan tuntutan akademis lainnya (T_T).. Sempetin diri buat bikin jurnal perjalanan ini, *meski hanya di satu tempat kunjungan*, itu pun karena di tagih bu dosen. #glek #Okefine..

Selamat membaca aja ya temans:)

Semangatt !!!

DSC_2408

Jurnal Perjalanan Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu

Advertisements

Jleb Nancleb banget..

Refleksi Panggilan Jiwa

Selamat Kamu sudah jadi mahasiswa

lalu kenapa?

Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNAIR loh” atau “ini nih lihat jaket kuning UI gw”.

Okey, itu memang salah satu bagian menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?

‘seneng aja’

‘kepuasaan batin’

‘yah keren aja sih’

Ada lagi kah ?

Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong sama diri kamu?

‘iya saya sudah yakin kok sama pilihan saya’

‘ah masa sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’

‘ya dibuat yakin dong, kan sudah keterima’

‘bener nih gak nyesel?’

‘emang ada pilihan lain kah?’

Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu kamu mau jadikan…

View original post 1,705 more words

temukan pasangan hidupmu melalui #taaruf


Yap.. pria bebas memilih, tapi wanita bebas menolak 🙂

#ta’aruf, cara terhalal untuk muliakan cinta mu..

🙂

Refleksi Panggilan Jiwa

1. bismillah 🙂 sahabat semua, salah satu pola yang diperkenalkan oleh banyak orang untuk mengenal calon pasangan hidup sering disebut dengan #taaruf

2. tujuan dari #taaruf adalah mengenal calon pasangan kita dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Tidak berlebihan dalam “perkenalan”

3. Islam mewajibkan kita mengenal calon pasangan kita. agar tidak seperti membeli kucing dalam karung. Maka mekanisme #taaruf ini lahir

4. ada dua calon pasangan bertemu dengan seorang atau lebih muhrim yang menemani proses saling mengenalnya. Menjaga diri dari setan #taaruf

5. kamu suka seseorang itu fitrah, itulah manusia. Maka halal saja rasa suka kamu dalam cinta yang suci. Maka mulailah dengan #taaruf yang baik

6. ada yang mempercayakan proses #taaruf nya kepada orang tuanya. Menjadikan orang tua sebagai mediator untuk saling mengenal calon pasangan

7. ada yang menjadikan guru ngaji atau seorang yang dianggap berilmu sebagai mediator #taaruf sebagai muhrim pendamping atas proses perkenalannya

8. siapapun mediator…

View original post 1,037 more words


This!!!
Be Creative 🙂

Refleksi Panggilan Jiwa

Adakah tips untuk membuat proposal sponsor agar dapat menjadi tools yang tangguh untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan ?

Penggalangan dana melalui donasi atau sponsorship sudah menjadi sebuah cara yang cukup digemari diantara lembaga dakwah. Karena memang usaha ini membutuhkan effort sedikit dari segi waktu, tenaga, dan SDM. Hanya dengan bermodalkan proposal, lalu membuat list perusahaan, menghubungi dan membuat janji, lalu negosiasi dan ditandatanganilah kontrak kerjasama, lalu 1 pekan kemudian dana sponsorsudah di rekening Anda . Anda pasti berkata “yusuf ini pasti bercanda, tidak semudah itu mencari dana dengan sponsorship”. Saya tidak mengatakan bahwa pendapat Anda benar, tapi saya akan mengatakan bahwa memang mencari dana dengan sponsor “semudah itu”. Dua kunci utama dalam mengaet sponsor adalah tools dan communication. Ya, alat yang digunakan dalam hal ini proposal dan perangkat pendukungnya, serta kemampuan komunikasi yakni meyakinkan diri dan pihak sponsor bahwa produk atau acara yang Anda ajukan adalah hal…

View original post 1,318 more words

Capacity Building with Horti Chain Centre


Bismillah…

“We Only Work With The Champion” adalah kata-kata yang masih terngiang di telinga saya ketika mengingat Training yang diadakan HCC pada 28-29 Agustus lalu di Menara Jamsostek – Jakarta. Kata-kata itu terlontar dari Dirut HCC yang memberikan 8 materi dalam 2 hari *saya izin bilang: WowwXD*. Ibu Caecil, begitu ia biasa dipanggil, dengan tangkasnya memberi letupan-letupan motivasi pada kami –para peserta training yang terdiri atas 12 orang, mahasiswa+alumni UNIDA- agar lebih fokus terhadap tujuan kami masing-masing. Saat beliau masih berbicara tentang motivasi-motivasi itu, saya pun jadi larut dengan pikiran saya sendiri.. Semacam berkontemplasi “Tujuan??? Ahh, rasanya banyak tujuan yg kutulis di kertas mimpi itu, banyak definisi, dan Allah… tolonglah, tolong wujudkan satu dari sekian banyak tujuan yang ingin kucapai”.

“Ayo, jadilah para champion, because WE ONLY WORK WITH THE CHAMPION. Don’t brave enough? Silakan pulang!! Kami tidak perlu orang-orang cengeng dan lemah dalam project kami” tandas Bu Caecil, mantap. Agak merinding juga saya mendengarnya.. Nadanya itu lohh.. Mantepp, Jlepp !!

Awal dari pelaksanaan training ini adalah diperlukannya 3-5 orang mitra HCC yang akan ditempatkan di wilayah Sobang – Banten untuk proyek HCC yang bertujuan untuk meningkatkan Value Chain Palm Sugar asal daerah Sobang dimana Palm Sugar merupakan komoditas yang bagus prospeknya untuk eksport. Namun, sebagai DBS, HCC berperan untuk membantu Pertanian Rakyat di Sobang yang mengelola Palm Sugar dalam hal pembenahan semua aspek yang menunjang diterimanya Palm sugar di pasar Global, salah satunya kualitas Palm Sugar itu sendiri dan kelembagaan Pertanian Rakyat di Sobang sendiri. Proyek yang dicanangkan berjangka panjang, sekitar 3 tahunan. Luaran yang diharapkan adalah 1) Pertanian Rakyat di daerah Sobang memiliki sistem kelembagaan yang baik dan terstuktur 2) Kualitas Palm Sugar setempat memenuhi standard Global GAP sehingga di terima pasar Internasional dan 3) Menandai Sobang dalam Peta Indonesia sebagai daerah penghasil Palm Sugar di Indonesia. Tugas dari para mitra HCC ini adalah sebagai QC (Quality Control) yang akan mendampingi dan membina petani setempat untuk dapat memenuhi criteria sebagai supplier di pasar Internasional. Nah, sebelum terjun ke lapangan, tim yang akan terjun ke lapangan perlu di bina dan di training agar sedikitnya tahu apa yang harus mereka kerjakan. Maka diadakanlah training yang dilaksanakan selama 2 hari ini, selain sebagai pemberian gambaran juga sebagai proses seleksi untu 5 orang yang terpilih sebagai mitra HCC yang akan di terjunkan ke Sobang – Banten.

Based on the description, being the partner of HCC that placed in Sobang – Banten is very exciting and amazing.. Berharap benar bisa terekrut untuk project ini, atau jika tidak di project ini, pihak HCC berkenan mengajak bergabung di projectnya yang lain *NgareppbenerrJ

Sebelum memaparkan sedikitnya 9 materi –yang, lumayan memeningkan kepalaJ- pada training tersebut, ada baiknya kita berkenalan sedikit dengan HCC . HCC (Horti Chain Centre) merupakan sebuah Business Support Organization yang di gagas oleh Pemerintah Belanda di Indonesia. HCC berada di bawah institusi INA (Indonesia – Netherland Association). HCC didirikan untuk mendorong hubungan yang lebih baik antara produsen lokal Indonesia dengan pasar modern baik domestik maupun Internasional. Beberapa Project yang pernah dilaksanakan HCC antara lain:

  1. Value Chain Analysis-Bottlenecks and Opportunities for Export
  2. Value Chain Analysis-Food Ingredient
  3. GIS Mapping for Cassia Vera in Kerinci, Jambi – Sumatera
  4. Baseline Survey Cassia Vera in Kerinci, Jambi – Sumatera

 

Sedangkan Pelayanan yang provided by HCC antara lain:

  1. Baseline Study and Impact Assesment
  2. Value Chain Analysist
  3. Assistance for Preparation of Global GAP Certification
  4. GIS Mapping
  5. Quality Management System
  6. Market development
  7. Institutional Development

Well, setelah mengetahui sedikitnya tentang HCC, mari kita simak apa yang didapat dari training selama 2 hari  itu… *Let’s CekidotJ

Materi 1 – 8 disampaikan oleh : Ibu Caecilia Afra Widyastuti (Director of Horti Chain Centre)

Materi 9 disampaikan oleh: Pak Iskandar Zulkarnain (Manager of Applying Techology of Horti Chain Centre)

 

1.      PENDAHULUAN TENTANG M4P (MAKING MARKET WORKING FOR THE POOR)

Tujuan dari konsep M4P ini adalah memposisikan kaum miskin di pusat pengembangan ekonomi. Cara yang paling mudah untuk memahami konsep ini adalah dengan membandingkannya dengan pendekatan konvensional. Secara singkat, elemen kunci dari pendekatan M4P adalah:

  •  Rasional dan Tujuan
  • Kerangka Kerja untuk memahami dan Keberlanjutan
  • Petunjuk untuk Aksi dan Intervensi

Contoh Perbandingan Proyek Konvensional dan M4P di Negara Afrika:

 

Terlihat jelas dari perbedaan diatas bahwa proyek B lah yang lebih efektif karena melakukan pendekatan M4P dengan pelakun NGO/LSM sedangkan proyek A merupakan tipe proyek konvensional –yang notabene biasa dilakukan pemerintah,L-

 

Jadi, Inti dari M4P adalah:

Rasionalitas Kerangka Kerja Pedoman
Tujuan: Sistem pasar yang lebih efektif termasuk untuk kaum miskin Memahami sistem pasar yang lebih membumi seccara detail,

Gambaran keberlanjutan dibentuk dengan justifikasi secara terbuka

Intervensi yang fleksibel, multi-faceted ke pasar yang jenuh dengan sentuhan ringan, tidak langsung dan bersifat fasilitasi.

 

Perbedaan Pendekatan M4P dengan Pendekatan Konvensional

Konvensional M4P
Masalah apa yang dihadapi oleh usaha? Masalah apa yang dihadapi oleh usaha?
Bagaimana saya dapat membantu untuk memecahkan masalah? Mengapa sistem pasar tidak menyediakan solusi untuk masalah tersebut?
  …. Mengapa pasar tidak bekerja untuk masy miskin?

 

Desain Interverensi dan Implementasi

  • Tipe pendekatan konvensional lebih kepada dukungan umum untuk a) Perubahan Makro dan b) Dukungan langsung yg diberikan untuk kelompok sasaran, sedangkan pendekatan M4P lebih focus dan detail memahami masalah sehingga dapat menentukan intervensi yang tepat.
  • Tipe pendekataan M4P memiliki dukungan khusus ditujukan untuk menjawab kendala pasar melalui interverensi sedikit (terbatas, focus, fasilitatif). Interverensi tidak langsung, berdasarkan pada penyelidikan, pengaruh.

 

 

 

 

Dalam hal ini, Pelaku Fasilitator harus mampu mendorong dan memotivasi berbagai pihak lain untuk terlibat langsung, tidak sebagai penonton. Misalnya pada kasus Sugar Palm yang akan menjadi baseline project, masalah yang dihadapi adalah Palm sugar yang ada masih berbau asap dan itu tidak sesuai standard pasar Internasional. Oleh karenanya fasilitator harus mendorong, memotivasi, dan mendampingi agar para petani dapat menemukan cara yang tepat untuk menghilangkan bau asap yang ada.

 

2.      PENGERTIAN ANALISA SS DAN RANTAI NILAI

Mengapa Analisa Sektor dan Rantai Nilai?

  • Pemahaman pasar sebagai inti M4P
  • Pasar adalah kajian yang kompleks dan pemahaman pasar membutuhkan keahlian khusus
  • Analisa SS dan rantai Nilai adalah alat yang berguna untuk memahami pasar lebih baik
  • Semakin baik kita memahami pasar khusus, maka semakin baik kita mendesain intervensi yang tepat.

Pengertian Analisa SS dan Rantai Nilai

Subsektor adalah seluruh pemain usaha yang saling berhubungan, dimana ada proses membeli dan menjual untuk menawarkan suatu produk atau layanan jasa sampai ke konsumen akhir. Setiap subsektor dapat dilihat dari alur berikut:

 

Rantai nilai dapat diartikan sebagai berikut:

  • Rangkaian proses dari input produk yang khusus ke produksi primer, transformasi, pemasaran sampai konsumen akhir.
  • KOordinasi dan menghubungkan pengaturan kelembagaan produksen, pengolahan, pedagang dan distributor produk tertentu.
  • Model ekonomi yang menggabungkan seleksi produk dan teknologi yang tepat dengan membentuk organisasi yang menghimpun para pelaku untuk akses pasar.

Jadi, fasilitator memiliki peran untuk menyampaikan rantai nilai yang ada kepada petani produsen agar terjadi tranparansi. Agar petani mengetahui bahwa setiap subsector memiliki resiko masing-masing dalam proses pengelolaan produk untuk sampai kepada konsumen. Semakin besar pendapatan yang dihasilkan, semakin besar pula resiko yang harus ditanggungnya.

 

3.      ANALISA SUB SECTOR

Alat yang dapat digunakan untuk analisa sub sector antara lai:

  1. Kuisioner dengan pertanyaan terbuka dan tersturuktur
  2. Wawancara kelompok
  3. Workshop untuk validasi dan diseminasi
  4. Diskusi kelompok
  5. Data sekunder – publikasi, laporan, internet
  6. Observasi

Analisa Sub Sektor

Pemain Subsektor:

  • Penyedia Saprodi
  • Produsen (petani)
  • PEdagang besar/Pengecer
  • Eksportir
  • Importir

Kegunaan mewawancarai semua pemain pasar

  • Mendapat gambaran keseluruhan dari pasar
  • Dapat membayangkan dimana masala utama dan mengidentifikasi interverensi yang dibutuhkan
  • Menyediakan informasi kecenderungan keseluruhan pasar
  • Mengidentifikasi institusi yang bisa menyediakan jasa pelayanan

 

4.      PETA SUB SEKTOR

Adalah gambaran skematis dari struktur sub sector. Peta sub sector menunjukkan bagaimana produk mengalir dalam sistem tersebut. Peta sub sector juga menunjukkan alternative saluran suplai. Saluran adalah rantai vertical dari bentuk yang mentransformasi bahan mentah dan menyampaikan ke konsumen dalam bentuk barang jadi.

Mengapa peta sub sektor penting??

  • Membantu identifikasi pemain pasar untuk wawancara
  • Menyediakan gambaran grafis dari pemain utama dan hubungannya

 

Petunjuk Tentang Peta Sub Sektor:

  • Bagian sebelah kiri Peta menunjukkan fungsi
  • Tinggi mennunjukkan berapa besar kinerja dari para pelaku usaha tsb
  • Peta mempersatukan para actor, mereka beli dimana
  • Tanda Panah menunjukkan arus produk diantara para actor
  • Garis vertical yang putus-putus menunjukkan kontras penjualan
  • Titik menunjukkan titik pertemuan
  • Lebarnya bentuk dari actor mencerminkan ukuran relative untuk setiap saluran

“ukuran dapat dihubungkan dengan banyaknya actor, nilai penjualan/volume produksi”

 

5.     IDENTIFIKASI HAMBATAN DAN PELUANG

Jenis hambatan / peluang:

  • Pengelolaan dan organisasi
  • Akses Pasar
  • Pengembangan teknologi dan produk
  • Penyediaan sarana produksi
  • Kebijakan
  • Keuangan
  • Infrastruktur

 

6.      IDENTIFIKASI BSD

Penyedia Layanan Usaha yang berkelanjutan biasanya dilakukan oleh sector swasta, berperan untuk memperbaiki kinerja usaha, akses pasar dan kemampuan untuk berkompetisi.

Identifikasi BSD dilakukan untuk:

  • Memastikan solusi berkelanjutan terhadap kendala
  • Menghindari distorsi pasar
  • Memperluas capaan memalui ejumlah penyedia layanan
  • Memaksa untuk melihat dimana BSD yang sudah ada di sector swasta

 

Contoh penyedia layanan usaha:

  • Organisasi penyedia jasa swasta
  • Aktor rantai nilai
  • Asosiasi bisnis
  • Broker
  • LSM
  • Pemerintah

 

7.      INTERVENSI PROGRAM

Kriteria pemilihan intervensi:

  • Apakah daya debar dampaknya luas?
  • Apakah biaya intervensi efektif?
  • Berapa jumlah UKm yg diuntungkan?
  • Peluang intervensi untuk jadi jasa pelayanan yang berkelanjutan
  • Kapasitas jasa pelayanan untuk mengelola intervensi
  • Waktu yang dibutuhkan untuk intervensi
  • Ketersediaan sumberdaya
  • Sinergi intervensi
  • Kemampuan untuk promosi hubungan saling menguntungkan antara UKM dan perusahaan besar

 

8.      MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM

Monitoring merupakan proses yang penting karena berfungsi sebagai: 1) untuk meningkatkan kinerja sebagai proyek 2) pembuktian impact ke donor dan stakeholder lain 3) untuk menyebarluaskan temuan kepada dunia luar.

Pengukuran kinerja dapt dilakukan pada tingkatan yang berbeda, yakni:

  • Tingkat layanan pasar: kesadaran, pemahaman, kegunaan, kepuasan, hal memiliki, keberlanjutan.
  • Tingkat usaha: studi daya saing dengan pengukuran produktivitas dan kualitas jasa untuk pasar jasa
  • Tingkat kemiskinan

 

9.      RAPID DIAGNOSTIC APPRAISAL

Tujuan

  • Memahami pendekatan yang tepat untuk analisa SC/VC
  • Dapat melakukan analisa SC/VC dengan melibatkan chain actor sebagai expert

RDA merupakan sebuah proses dan cara yang dapat digunakan untuk mempelajari situas, kondisi dan persepsi dari berbagai chain actor.

Metode RDA:

  • Wawancara Semi terstruktur
  • Pemeriksaan faktor kunci
  • Studi kasus dan Cerita
  • Dinamika kelompok
  • Pemetaan
  • Kalender Musim
  • Triangulasi

Prinsip RDA:

  1. Cepat, pembelajaran progresif
  2. Penukaran peran: Petani adalah ahli
  3. Triangulasi
  4. Kontak secara langsung

Team RDA terdiri dari:

  • Seorang facilitator/ pewawancara

–     Memastikan bagaimana sebaiknya responden ditanya

–     Menjelaskan tentang team, tujuan dan jadwal

–     Mengajukan pertanyaan

–     Membuat responden merasa nyaman

  • Seorang pencatat

–     Mencatat semua pembicaraan

–     Memastikan semua terdokumentasi dengan baik

  • Seorang observer

–     Memperhatikan jadwal

–     Merekam proses dan mengingatkan

–     Dapat membantu pewawancara bila memungkinkan

  • Latar belakang anggota team terdiri gender, umur, suku dsb yang berbeda (bila mungkin)

 

Toolbox:

  • Dialogical analysis

–     Wawancara,  diskusi,  cerita lisan, pemaparan

  • Temporal analysis

–     Riwayat, musim, pola sehari-hari

  • Spatial analysis

–     Peta, model, sket kebun/lahan

  • Systems analysis

–     Sebab dan akibat, dampak

  • Institutional analysis

–     Aturan kelembagaab, interaksi

  • Well-being analysis

–     Perbedaan sosial di dalam dan di antara kelompopk.

  • Preference analysis

–     Preferensi, persepsi

Yap.. Akhirnya berakhir juga 9 materi trainingnya saudara-saudara *lap keringat, fiuhh*..

Materi-materi ini luar biasa menurut saya, bisa jadi pedoman buat penelitian juga lhoJ.. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua..

 

We’re the Champion ^^

 

Salam Champ(ion) ^0^

“A”

16/09/2012

7:52 PM

MANIPULASI EMAS PERAK: JALAN UNTUK HIPERINFLASI


 

Sufyan al Jawi – Numismatik Indonesia

 

Grafik naik turunnya harga emas perak adalah ilusi. Manipulasi besar kaum Yahudi, setelah menciptakan bank dan uang kertas, adalah menjadikan emas batangan dan mengatur harganya.

 

Tahukah anda bagaimana harga emas itu ditetapkan? Dan kemudian orang-orang percaya dengan harga-harga tersebut. Semua pedagang dan spekulan emas – termasuk kita – menanti terbitnya harga emas terbaru sebelum memulai pasar emas perak, bahkan untuk menetapkan harga koin dinar dirham. Dan celakanya, emas perak itu seakan-akan hanya berharga sejak pukul 10.00 pagi hingga 16.00 petang, dari hari Senin sampai hari Jum’at. Setelah itu, di luar jam kerja, harga emas perak seakan-akan tiada lagi – bahkan sudah dianggap sebagai harga pasar gelap! Padahal ini adalah permainan ilusi saja.

Di tahun 2002, emas batangan dihargai $300/oz. Kini tahun 2011, emas diperdagangkan $1500/oz. Dalam 9 tahun saja harga emas melonjak 5 kali lipat! Kenaikan yang fantastis tersebut, disebabkan oleh krisis keuangan di Amerika dan Eropa, khususnya pada dua tahun terakhir. Beberapa bulan terakhir, harga emas – juga perak – bergerak naik secara pesat. Bahkan perak, yang di awal Agustus 2010 masih dihargai $20-an per oz, kini (April 2011) sudah mencapai $40-an, alias lompat 100% dalam waktu singkat. Sungguh luar biasa! Lompatan harga perak ini, dampaknya membuat orang melirik perak seketika. Saat ini di Indonesia untuk mendapatkan perak murni pun sulit, apalagi membeli perak murni di atas 10 kg dalam sehari. Bahkan pembeli dinar emaspun, kini antri berebut dengan antrian dirham. Inilah euforia!

Selain itu para penulis buku emas sering menggiring opini masyarakat, bahwa menyimpan emas batangan itu lebih baik daripada menyimpan koin emas – bahkan dinar emas sekalipun. Argumen mereka, kadar emas batangan adalah 99,99%, sedangkan koin emas seringkali kadarnya di bawah itu. Kalaupun koin emas ada yang berkadar 99,99%, orang masih menghargai koin tersebut di bawah harga emas batangan. Ini lucu! Padahal numismatis di penjuru dunia justru akan menghargai koin emas, apalagi koin langka – harganya justru akan melambung tinggi.

Karena ilusi tersebut, kita terkadang terpengaruh pula. Bahkan menjadi kurang percaya diri bila sepenuhnya – asset kita (bila ingin ditabung dalam emas) ditabung dalam koin dinar saja – tanpa keikutsertaan emas batangan. Untuk apa kita menyimpan emas batangan? Antisipasi penukaran kembali (ke uang kertas) dinar? Atau untuk cadangan cetak dinar? Justru kitalah yang berkewajiban dinar dirham berfungsi kembali sebagai alat muamalah. Lepaskanlah diri kita dari sihir dan was was tersebut.

Manipulasi Harga Emas Perak Dunia

Harga emas dan perak hari ini adalah ilusi serta manipulasi. Emas saat ini tidak lagi dihitung dengan komoditas pangan, sandang dan papan. Emas tidak lagi dihitung dengan permintaan dan jumlah produksi – tetapi langsung dihitung dengan uang kertas! Tidak ada lagi tradisi jual beli dengan dinar emas dan dirham perak, kecuali harus dengan proses penukaran kembali dengan rupiah? Dan semua orang harus melihat grafik turun naiknya harga emas dan perak terhadap uang kertas, sebelum mereka melakukan pertukaran antara koin-koin tersebut.

Emas dan perak kini diperlakukan sebagai mata dagangan saja. Maka tidak aneh, bila ada orang yang membuka bisnis gadai emas, bisnis berkebun emas dan menjual emas tanpa ada emas. Selama dinar dengan dirham tidak dapat dipertukarkan secara langsung tanpa perantara hitungan uang kertas. Selama itu pula muamalah belum sepenuhnya lepas dari uang kertas – bahkan meskipun fulus nanti sudah beredar. Maka selama itu pula kita belumlah paham, kenapa Allah SWT mengajarkan Nabi Adam As tentang fungsi emas perak bagi manusia.

Harga emas hari ini $1.500/oz bukan harga yang sebenarnya. Ketika penipuan ini dimulai, Agustus 1971, emas masih dihargai $35/oz. Tapi bila dihitung dengan benar – oleh ahli keuangan – tentunya berdasarkan jumlah bubble uang kertas dolar di pasar valas yang kini mencapai $200 Trilyun per tahun. Ada kepincangan sebesar $194 Trilyun dari beredarnya uang kertas fiat money – yang jumlahnya mencapai lebih dari 33 kali lipat nilai barang dan jasa dalam perdagangan dunia.

Maka harga emas hari ini seharusnya USD 6.000/oz bukan USD $1.500/oz, ini tidak masuk akal! Parahnya lagi, harga perak dibanting sangat murah. Bila emas ‘ngotot’ dihargai $1.500/oz, maka kini seharusnya perak dihargai $120/oz bukan $45/oz! Maka tidak aneh, bila harga perak pada Agustus 2010 $24/oz loncat menjadi $45/oz pada April 2011. Dalam waktu singkat, perak naik 100% – ini jelas ilmu sihir. Dan menyalahi hukum alam, Insya Allah – hiperinflasi uang kertas segera dapat kita rasakan bersama dampaknya. Tipuan sihir segera musnah!

Dalang Sihir Emas Dunia

Setiap hari, harga emas dimulai di London, Inggris. Sebelum para pedagang di pantai Timur meminum secangkir kopi, lima orang anggota pasar emas London telah menyepakati harga emas untuk sesi pagi saat pasar dibuka. Mereka memperkirakan supply dan demand emas yang akan dilakukan hari itu.

Menurut Terry Smeeton, mantan kepala operasi pertukaran mata uang asing dan emas di Bank of England, perdagangan emas di London mencapai 7,5 juta oz per hari. Baik berupa penjualan langsung (on the spot), ataupun penjualan yang akan datang (forward). Sedangkan penetapan harganya dilakukan oleh Tim Lima, yang mewakili N.M. Rothschild (Ketua Tim), Societte General, Hongkong Shanghai Bank (HSBC), Scotia Mocatta dan Deutsche Bank.

Di Amerika Serikat, pemain emas mencuri informasi dari harga emas di London sesi pagi ini sebelum mereka bermain di bursa emas COMEX dan NYMEX di New York. Perbedaan waktu antara London dan New York dimanfaatkan betul-betul oleh spekulan. Atmosfir pelelangan di pasar COMEX nyaris tak bisa dikendalikan, berbeda dengan yang terjadi di pasar emas London. Setelah pasar Comex sesi pagi ditutup, permainan dilanjutkan oleh Future Trading di NYMEX melalui ACCESS, yaitu pasar yang dikendalikan dengan menggunakan internet.

Pasar Hongkong mengambil batas harga yang direkomendasikan oleh ACCESS. Jika emas di Hongkong mulai bergerak, para investor di Timur Tengah – Dubai – mulai bereaksi dengan melakukan transaksi. Pasar Hongkong memainkan peran pengisi – gap – yang terjadi antara di Amerika dan Eropa. Dan pasar emas lainnya adalah Zurich, juga Mumbai India. Namun dalang sihir dari manipulasi harga emas perak dunia tetaplah berada dalam panduan Tim Lima The City – London.

Selama kita masih mengikuti alur permainan Tim Lima, selama itu pula dinar dan dirham juga fulus – belum lepas dari kendali uang kertas. Tim Lima ini pula, yang merancang agar hiperinflasi uang kertas segera terjadi. Dengan demikian permainan baru dimulai secara masal tanpa dapat dikendalikan oleh pemerintah negara manapun. Begitulah permainan uang Matriks Elektronik. [SF]

http://wakalanusantara.com/detilurl/Manipulasi.Emas.Perak:.Jalan.Untuk.Hiperinflasi/822/id

 

Ulasan Artikel:

Inflasi menyebabkan harga-harga barang naik. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa inflasi terbagi menjadi 4 macam, yakni inflasi ringan (<10%), inflasi sedang (10-30%), inflasi berat (30-100%), dan hiperinflasi (>100%).

Apa yang dipaparkan Sufyan al-Jawi mengenai akan adanya hiperinflasi uang kertas yang terjadi akibat manipulasi emas dan perak yang dilakukan kaum kapitalis agaknya dapat dibenarkan. Hal ini, tak lain karena saat ini, emas yang nilainya setara dengan alat tukar, hanya dijadikan sebagai mata dagangan semata, bukan sebagai alat tukar itu sendiri. Sedangkan fiat money, yang hanya berupa kertas, tidak memiliki nilai intrinsik, dan amat rawan terhadap inflasi  dijadikan alat tukar resmi yang dikeluarkan pemerintah. Jauh berbeda dengan dinar emas dan dirham perak yang memiliki nilai intrinsik dan terbebas dari kondisi inflasi, bahkan dalam semua mata uang kertas kurs dinar emas dan dirham perak, dari tahun ke tahun terus meningkat. Kenaikan nilai dinar dan dirham tersebut berimplikasi pada turunnya biaya-biaya dan harga dari barang dan jasa, bahkan dalam dinar dan dirham, harga tersebut akan stabil.

Sebagai contoh pada harga semen (di Jakarta). Pada tahun 2000 nilai tukar 1 Dinar emas adalah sekitar Rp 400.000, harga satu zak semen sekitar Rp 20.000/zak, maka 1 Dinar emas dapat dibelikan 20 zak semen. Pada tahun 2011 (Januari) harga satu zak semen yang sama menjadi sekitar Rp 50.000/zak, sedangkan nilai tukar Dinar emas adalah Rp 1.690.000. Maka satu Dinar emas pada awal 2011 dapat dibelikan 32 zak semen. Dengan kata lain harga semen/zak dalam kurun 2000-2010 dalam rupiah mengalami kenaikan sebesar 150%, tetapi dalam Dinar emas justru mengalami penurunan sebesar (-) 40%.

Contoh lain  yang penting bagi umat Islam Indonesia bila Dinar dan Dirham digunakan adalah pada  Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH), yang terus menerus naik dalam rupiah, sedangkan dalam dinar turun.

Sejak dinar emas kembali dicetak dan diedarkan di Indonesia (2000) penurunan BPIH dalam Dinar emas terjadi rata-rata sekitar 15-20% per tahun.  Ketika terjadi “krismon”, saat BPIH melonjak drastis dalam rupiah,  dalam Dinar emas justru mengalami penurunan, dari 97 dinar (1998) menjadi 68 dinar (2000). Dan sejak saat itu (1998-2004) BPIH dalam dinar terus cenderung mengalami penurunan secara berarti.  Untuk tahun 2002 dan 2003, berturut-turut, BPIH adalah senilai 64 dinar dan 56 dinar, atau turun 12.5%. Untuk tahun 2004, dengan kurs dinar emas sekitar Rp 500  ribu rupiah/dinar, BPIH cukup dibayar dengan harga cuma 46 dinar emas, turun lagi 17.8%.

Jadi, dibandingkan dengan harga sebelum “krismon”, harga BPIH 2004  dalam rupiah mengalami kenaikan 2,5 kali lipat, dalam dinar turun 1,5 kali lipat. Tingkat penurunannya sekitar 10 dinar atau 15-20%  per tahunnya. Untuk tahun 2005, walaupun nilai BPIH  dalam dinar tidak berubah, tetap 46 dinar, tapi dalam rupiah tetap mengalami kenaikan karena persoalan kurs. Dalam tahun 2006  turun lagi menjadi 34 dinar,  terus turun lagi menjadi 31 dinar (2007), dan turun lagi  menjadi 26-27 dinar untuk 2008.  Pada tahun 2009, lagi-lagi, ongkos naik haji bila diukur dalam Dinar, kembali turun, cukup dibayar hanya dengan 24 Dinar.

Tingkat penurunannya berturut-turut adalah 26%,  8%, dan 12%. Perbedaan biaya dalam rentang empat tahun, antara 2005 dan 2008, menunjukkan penurunan BPIH dalam dinar sebesar 41% (dari 46 dinar/2005 ke 27 dinar/2008)! Sementara dalam rupiah  justru naik 36% (dari Rp  23.2 juta ke Rp 31.6 juta), dan dalam dolar AS naik 25% (dari 2.730 dolar AS ke 3.430 dolar AS).[1]

Hiperinflasi terjadi akibat adanya manipulasi emas dan perak sebagaimana dikatakan penulis. Dalam hal ini kita dapat membuktikan dengan ada dan berkembangnya mindset kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia yang cenderung lebih apresiatif untuk menyimpan emas batangan, jual-beli emas, ataupun gadai emas. Padahal, akan sangat lebih bermanfaat bagi masyarakat apabila mulai menggunakan dinar emas dan dirham perak sebagai alat jual beli. Jika ini terjadi, maka dinar emas dan dirham perak akan beredar secara luas di masyarakat. Dan ini justru akan menstabilkan ekonomi, menurunkan harga-harga, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.


[1] Dokumen Dinar Dirham (www.jawaradinar.com)