Belajar dari Gula: Jangan Sentuh Sebelum Waktunya.

Terkadang, eh, sering bahkan.. Kita*wabilkhusus saya* harus merasakan kepahitan dulu untuk memetik sebuah pelajaran emas. Seperti kejadian yang saya alami Selasa kemarin, saat saya bertandang ke daerah Cihara di sudut Banten sana. Perjalanan yang lumayan meletihkan dan memeningkan kepala berhubung itu kali pertama saya membolang ke daerah tersebut.

Singkat cerita, saya berkeliling di Cihara sana untuk menggali informasi mendalam tentang aren genjah. Aren genjah adalah jenis aren yang dapat memproduksi gula berkualitas tinggi dengan tinggi pohon efisien (5-6 m) dan masa panen yang tahan lama (1-2 tahun). Dalam perjalanan di hutan aren, saya dan dua orang partner berkunjung ke sebuah saung yang di dalamnya terdapat hawu untuk mengolah gula menjadi gula semut atau gula batok.

Kami bertiga menyaksikan proses pengolahan gula ini hingga matang. Baunya harum semerbak, penampakan karamelnya menggiurkan. Saya menelan ludah dan ah nampaknya lezatlah.. Sedetik kemudian si ibu pengolah gula menghidangkan gula tersebut kedalam sebuah piring kecil. Tanpa ba-bi-bu saya yang terpesona dengan harum dan performa karamel ini langsung saja mencoleknya dengan jari telunjuk saya.

Dan, What happen to me? Saya sontak menjerit kepanasan, jari saya melepuh, fiks keperihan. *Yaiyalah, kamu bukan wonderwomen, dimana-mana gula yg dilelehkan itu panas Asti. Lupa atau gimana sih? | #entahlah, somehow i lost my memory, like a fool T_T *

Tapi, Rabbanaa maa khalaqta haadza baathila.. subhana fakina ‘adzaa bannar

Dari situ saya belajar kekawan, meskipun sebelumnya sudah tahu, saya belajar, menegaskan kembali bahwa “Sesuatu yang belum saatnya disentuh, tidak menuai apa-apa kecuali keperihan”.. Sambil berjalan jauh meninggalkan saung itu, sambil mengemut jari yang melepuh, saya mulai beranalogi *again*.. Jika karamel panas yg belum waktunya disentuh saja bisa membuat jari ini melepuh, apalah lagi lawan jenis tak halal yang sengaja disentuh atau tak sengaja tersentuh? Apa akibatnya di akhirat nanti?

Duh Allah, hamba mohon ampun T_T …
Atas tiap sentuhan tak halal yang pernah dengan sengaja atau tak sengaja hamba lakukan..
benarlah apa dikata Rasul mulia: lebih baik menyentuh besi membara daripada menyentuh lawan jenis yang masih belum hak diraba.

Duhai Allah, mohon ampuni …
diri ini dimasa jahiliy yang dengan mudah menyentuh sesiapa tiada peduli
bahwa balasan atas perbuatan yang tak benar adalah neraka yang membuat nanar

Ya Allah ampun..
Atas rupa-rupa keteledoran dan kekhilafan hamba-Mu yang lemah ini, dulu, kini dan nanti

Rabu, 21/08/2013
11:16 am
Perjalanan Bayah-Pelabuhanratu

caramelicious of aren genjah; don't touch till it ready for

caramelicious of aren genjah; don’t touch till it ready for

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s