Sang Penyeru !!

 

Duhai engkau pejuang kemerdekaan Indonesia..

Mungkin sejarahmu luput ditelan zaman bagi separuh kami

Tertindih oleh harumnya sejarah tokoh pahlawan lainnya

Tapi bagiku, namamu tetap tersemai harum menelingkupi bumi pertiwi,

Menjadi sahaja bagi pemuda Indonesia masa kini dan nanti

 

Kau mulai sepak terjangmu bersama Pembela Islam[1]

The Spectator, A. Moechlis, Is adalah  nama pena yang kau pergunakan untuk menyeru

Kau jawab semua opini yang menjatuhkan Islam dengan bahasa yang lugas, cerdas, tegas namun tak beringas

Tetap dengan aroma cinta membara pada sang Negeri

 

Duhai Sang Penyeru,

Kami rindu, rindu pada seruanmu agar tunduk kepada yang satu

Kami rindu pada nyala radar ketaatan yang kau seru

Menuju Indonesia satu

Dalam hegemoni politik, engkau berwarna

Namun tak terwarna

Dengan pengabdian terdalammu kau emban amanah Perdana Menteri di bahu

Sang Perdana Menteri Indonesia yang pertama

 

Wahai Pak Natsir,

Masih ku ingat selalu katamu yang menggelora itu:

“Apakah artinya rakyat atau bangsa yang tidak mempunyai ruh?”[2]

Menyentuh jiwa terdalam kami, agar dalam membela negeri

Iman selalu terpatri di hati ..

 

Palabuhanratu,

Oktober 2012


[1] Majalah Pembela Islam diterbitkan oleh Komite Pembela Islam yang didirikan pada Maret 1929

[2] Kalimat asli berbunyi: “Wat is een volk zonder geest?” dalam artikel Pembela Islam th 1929.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s