Sebelum terlambat,,


Sebelum terlambat, semoga kita bisa menjaga hati kita..

hanya untuknya yang halal..

Agar, yang dapat kita katakan padanya nanti adalah
“meskipun panah-panah takjub pada lelaki shalih yang tak halal bagiku pernah, sempat singgah memenuhi rongga dada..

tapi aku bertahan, agar tak tergelincir dan jatuh..

Berusaha segenap jiwa, memelihara kehormatan sang hati, utuh menyeluruh untukmu, dengan izin-Nya”..

Dandelion,

Sedikit tentang Pemuda


“Wat is een volk zonder geest?”

“Apa artinya sebuah bangsa/rakyat yang tidak memiliki ruh?” (M. Natsir)

Berbicara tentang pemuda, berarti kita berbicara tentang masa depan..

Tentang bagaimana nantinya Indonesia akan dibawa..

Tak dapat berpanjang kata, singkat saja yang dapat saya ungkapkan,

Semoga pemuda Indonesia tetap menghijau, dengan pancaran akhlaqul karimahnya yang mengkilau

Bersinar, hiasi pelosok negeri dengan rona kontribusi nyatanya..

Bergerak.. Meski kaum haters dan sepilis menjangkiti, mewabah dan berupaya mempersempit tempat menjejak.

Cerdas, lugas tapi tak beringas..

Semangat perbaikan, semangat muslim negarawan..

Semoga Allah berkahi langkahmu selalu,

Pada dirimu wahai pemuda,

Yang cinta Indonesia, dan tetap persembahkan taat bagi Sang Pemilik Semesta..

 

###

Oke, Sedikit juga tentang pemuda:

sendiri itu bisa mendekatkan diri pd kemaksiatan,

berjama’ah itu semangat..

Slmt hari Sumpah Pemuda ya 

pemuda bukan soal usia, tapi soal semangat yg selalu muda dan membahana

maaf telat, #uuuuuuu

😀

Baktiku,,


 

 

Ayah, adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan

Ibu, adalah cinta pertama bagi seorang anak laki-laki

(anonym)

Tapi mengapa bagiku cinta pertama itu terasa begitu hambar, Yah?

Mengingatmu, adalah caraku memuisikanmu

 

Bersyukur dada ini dilapangkan-Nya..

HIngga sesak itu dapat bermigrasi..

Bermigrasi kemanapun yang ia suka,

Agar sang sesak tak bisa menyabotase baktiku padamu..

 

Semenyakitkan apapun,

Semenyesakkan apapun,

Seperih apapun luka yang tertoreh di masa lalu

Sungguh, aku berupaya membebatnya dengan tunaikan baktiku padamu.

Meski tak selalu cukup bagi dahagamu

 

Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya

Aku tak pernah membencimu, meski hati yang merajai diri inginnya bertalu

Tak pernah bisa membenci, meski seujung kuku

 

Bersyukur, karena rindang kasih-Nya,

Dengki itu tak sempat bertransformasi menyembulkan bentuknya,

Tak sempat dan tak pernah akan

 

Karena aku belajar,

Bahwa membenci, tak akan pernah bisa menghapuskan luka

Bahkan hanya akan menjadikan luka itu parah penuh nanah

 

Tapi memaafkan,

Adalah bianglala indah yang menghubungkan kita

Mengizinkan sang waktu menyembuhkan perih yang tersisa,

Dengan doa dan tawakkal sebagai tameng di dada

 

Dan akhirnya,

Kupersembahkan baktiku sepenuh rasa,

Mumpung waktu masih lapang tersedia.

 

Oct, 27th 2012

Dandelion,