Praktik Lapang itu . . .

Bismillahirrahmanirrahim…

It’s the PL time.. Terhitung mulai tanggal 4 September 2012 saya melakukan praktik lapang di bilangan daerah Banjaran, Kabupaten Bandung.

Praktik lapang ini merupakan  kegiatan diluar bangku  kuliah yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Agribisnis dan Teknologi Pangan Universitas Djuanda yang berbobot 4 SKS.

Awalnya, target komoditas PL saya adalah Kajian Agribisnis Ikan Sidat (Anguilla sp.), namun karena terkendala satu dan lain hal, PL di Perusahaan Jepang yang mengelola ikan Sidat ini tak jadi dilaksanakan. *Sedih, pake banget sebenernyaL* karena komoditas ini adalah yang paling saya minati. Karakteristik ikan ini yang langka dan sedang gencar-gencarnya diburu para eksportir membuat ikan ini menjadi primadona. Apalagi, salah satu sumber elver (benih) ikan sidat yang melimpah, ada di perairan Pelabuhanratu-Sukabumi. Sekali lagi, Pelabuhanratu –baca, my hometown-.. Saat komoditas unggulan yang berada di kampung halaman sendiri tidak dapat diteliti, rasa … *aduh, nyeseklah!!!*

Tapi, well.. Qadarullah.. Yakin, Insya Allah ada hikmahnya.. Apapun itu, I just believe.. Jadilah akhirnya saya memilih Kajian Agribisnis Komoditas Kentang (Solanum tuberosum) di PT. Alamanda Sejati Utama Bandung. Disana, saya melaksanakan PL dengan neng Ima yang memilih komoditas buncis untuk dikaji.

Perjalanan ke Bandung kami mulai pada Selasa pagi. Ditemani dengan fajar yang baru saja menyunggingkan senyumnya, kami menunggu bus Jurusan Cianjur-Bandung di depan Asrama Haji Cianjur. Perjalanan dilanjut dengan rute Leuwipanjang – Banjaran, dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan sekitar pukul 11 pagi.

di jalan menuju kota kembang

Sesampainya di Banjaran, kami mendatangi tempat kost yang sebelumnya pernah kami datangi. Tapi ternyata, di tempat ibu kost yang ini, kondisi perairannya sedang tidak baik. Si ibu khawatir, kami akan sangat kesulitan untuk mandi atau mencuci atau bahkan sekedar wudhu.

“Da ayeuna mah neng, ibu oge sok nyuhunkeun cai ka pabrik, sesah tea ning..” kata si Ibu menjelaskan.

Kami menghela, langsung berfikir cari alternative tempat kost. Tapi ternyata ibunya baik dan pengertian, beliau melobi keponakannya yang memiliki sepetak kamar untuk bisa kami sewa. Dan tempatnya masih dekat dengan pabrik, cukup jalan kebelakang sebentar dari rumah si Ibu tadi. Kami menunggu sekitar sejam-an, dan ibu ini berhasil menyewakan kami satu kamar mungil yang dapat kami tempati. Alhamdulillah J

Ibu pemilik kost-an yang biasa kami panggil bu Ai pun, baiknya luar biasa. Beliau orangnya pendiam, saat kami datangpun beliau hanya menghaturkan senyum untuk menyambut kami lalu kembali dengan kesibukannya. Tapi setelah beberapa hari tinggal, Alhamdulillah kami merasakan kebaikannya.. Saat beliau mengetahui kami tengah melaksanakan shaum, beliau senang sekali dan kerap kali memasakkan kami makanan untuk berbuka shaum.. Alhamdulillah lagi, terus, selalu J

Kini, 2 minggu sudah kami berada di tempat PL.. banyak hal yang kami lakukan dan yang menjadi pembelajaran bagi kami. Para staff dan pegawai PT. Alamanda sangat welcome dan humble pada kami mahasiswa PL. Hal ini membuat kami kerasan dan betah berada di kawasan Pabrik. Agenda awal yang kami lakukan adalah menyisir bangunan apa saja yang ada disini. Setidaknya ada 3 jenis bangunan yang dimiliki perusahaan, yakni Perkantoran, Warehouse, dan Gudang alat bahan bantu. Ah iya, Perusahaan juga memiliki kebun percobaan seluas 2 ha yang ditanami oleh kacang Kenya, chaesyim, dan pakcoy. Fasilitas yang dimiliki PT. Alamanda diantaranya Reefer truck (6 unit), teknologi Green House, Netting House dan Cold Storage. Sebagai tambahan, sejauh ini perusahaan eksportir Indonesia yang memiliki sistem cold storage (Sistem rantai pendingin) yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk tetap segar sampai ke konsumen akhir hanya PT. Alamanda.

PT. Alamanda

Kegiatan yang intens dilakukan adalah kegiatan yang dilaksanakan di warehouse. Total komoditas yang diusahakan PT. Alamanda sekitar 32 jenis buah-buahan dan sayuran. Kegiatan di Warehouse merupakan kegiatan pengolahan produk sebelum akhirnya di distribusikan kepada buyer yang ada di Singapore.

Adapun pola alur pengolahan kentang di warehouse antara lain:

  1. Penerimaan kentang dari petani supplier yang ada di Pangalengan atau Wonosobo. Kentang dimasukkan ke dalam Force Air Cooling untuk didinginkan agar suhu kentang normal (00C-50C).
  2. Kentang  (abras) ditimbang untuk mencocokkan dengan surat jalan dari supplier kepada PT.
  3. Kentang disortir berdasarkan gradennya. Jenis grade: Grade XL, Medium, Mini dan Baby Potato
  4. Kentang ditimbang kembali berdasarkan masing-masing gradenya
  5. Kentang ditimbang untuk dipacking sesuai ukuran permintaan buyer (ex: 1 kg/500 gr/750 gr)
  6. Kentang dimasukkan ke dalam plastic sesuai grade dan buyernya, di sealer dan dimasukkan ke dalam box.
  7. Setelah packing selesai, potato disusun dan dimasukkan ke container untuk selanjutnya dikirim ke Singapore by sea.

Alur pengolahan kentang di Warehouse PT. Alamanda

Sebagian besar pasar utama dari produk PT. Alamanda Sejati Utama adalah Rantai Supermarket yang ada di Singapore diantaranya:

  1. NTUC Fair Place
  2. Cold Storage
  3. Shop and Save
  4. Giant
  5. SATS
  6. QNQ enterprise PTE. LTD
  7. Eastern Green
  8. Fresh Direct
  9. PT. Alamanda Singapore
  10. HAiro
  11. Derick PTE. LTD

beberapa dari sekian jenis produk yang di ekspor Alamanda *menggiurkan, eh?:)

Di Netting House PT. Alamanda

seru-seruan sama ibu-ibu pekerja di grup sayuran akar ^^

Well then, itu dulu yang dapat saya ceritakan tentang kegiatan PL saya di bilangan kabupaten Bandung ini. Most of All, saya harap kegiatan PL ini dapat berlangsung dengan lancar sampai akhir *Angkat kedua tangan, say: AamiinJ*.

Jauh di lubuk hati saya, ada satu kalimat yang gregetan ingin segera dikeluarkan: “ oh, jadi gini ya Agribisnis teh, interesting enough.. “. Seperti menemukan lilin dalam kegelapan, saya harap Allah selalu membimbing dan mengarahkan saya agar kecintaan dan passion saya terhadap dunia agribisnis ini semakin tumbuh subur.. Karena tanpa terasa, sebentar lagi sidang PL, kemudian kolokium, terus penelitian, lalu skripsi dan akhirnya lulus.. Setidaknya, saya ingin,, ingin sekali menebar kebermanfaatan kepada masyarakat dari ilmu yang telah saya timba selama kurang lebih empat tahun itu..

Ya Allah,, tumbuh suburkan kecintaanku pada dunia agribisnis ini, dan jadikanlah aku bermanfaat di dalamnya..” Aamiin T_T

 

With Entirely Spirit and Hope,

16 September 2012,

“A”

4 thoughts on “Praktik Lapang itu . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s