Abaikan Suara yang Melemahkanmu


^_^

In the Name of Allah,
Bahwa kadang, kita tak perlu bersusah hati atas perkataan buruk orang lain atas diri kita..
Abaikan suara yang melemahkanmu,
karena akan sangat lelah jika harus menanggapi ocehan orang lain yang belum tentu sesuai dengan keadaan kita..

Tak apa mereka berkata buruk tentang kita, karena sejatinya mereka sedang asyik mengumbar keburukan sendiri..
Yakinlah… Alloh know your feeling.. Alloh know how hard you try to be the good servant for Him..

Dan beristiqomahlah.. hingga surga firdaus itu ada di depan matamu..

Biarkan banyak orang yang mencela, asal Allah tetap cinta..
Tak apa banyak dibenci karena hal-hal baik yang kita lakukan tak disuka orang, asal jangan Allah yang benci..

Tak apa, banyak yang mencemooh..sungguh.. It will be fine.. Asal Allah tetap ridha atas kebaikan-kebaikan yang kita lakukan..
Kebaikan kecil atau besar..
Kebaikan dengan atau tanpa kata..
Kebaikan diri dan hati..
Kebaikan yang kita tebarkan..

Maka,, Tersenyumlah.. You’re not alone..

Just Stay Strong and give your sweetest smile.. ever..

Advertisements

Memantaskan diri..


JIka ingin didampingi oleh seorang yang sekaliber ‘Ali ra, maka mari pantaskan diri menjadi seorang muslimah sekaliber Fathimah.. Itu indikatornya..

Apa yang paling utama dalam mempersiapkan pernikahan? Keimanan dan keshalihan yang utama..

Qt adalah pembelajar, maka mari pantaskan diri, agar layak bersanding dengan seseorang pilihanNya nanti…

#dalam rangka memantaskan diri..
dengan doa terpanjat..
Sang Pembelajar yang lemah T_T

6/8/2012

Ku Baca Firman Persaudaraan…


Ukhuwah

Ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan

Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman…

 

Aku ingat pertemuan pertama kita, Ukhti sayang

Dalam dua detik, dua detik saja

Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan

Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra

Dengan iman menyala, mereka telah mufakat

Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum ber Jabat

 

Ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

Aku makin tahu persaudaraan tak perlu dirisaukan

 

Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh

Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan terasa siksaan

Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai..

Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita..

Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil

Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping..

 

Kubaca firman persaudaraan Ukhti sayang

Dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;

“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain… kecuali orang yang bertaqwa…”

_Salim A. Fillah,Dalam Dekapan Ukhuwah_

 

Membacanya sempat membuat hati gerimis..

Oh Allah,, betapa,, betapa hati ini telah melabuhkan hati kepada saudari-saudariku tercinta..

Tapi, mungkin terkadang, sering bahkan sikap, perkataan dan segala tindak laku sang diri banyak mengiris hati mereka yang ku cintai..

Ukhti sayang, maafkanlah saudarimu ini..

If only you know how much i love u…

Sungguh, tak dapat ku pendam rasa perih ketika terucap di bibirmu sebuah kata keluar..tak lagi ingin membersamaiku dalam kumpulan ini. .

Sungguh,, tak mampu..

Maka, mohon dengan sangat ukhtiku sayang.. Jika aku memiliki khilaf dan alfa,, maafkanlah,, ikhlaskanlah..

Tapi jangan katakan hal itu.Hal yang membuat aku merasa sedih, tidak kah bagimu?. Meskipun futur alasannya, atau dengan alasan apapun itu,, sungguh tak akan pernah rela membiarkanmu pergi….Tak akan pernah…

Tetaplah disini ukhtiku sayang, membersamaiku dalam perjalanan panjang ini..

Karena aku mencintaimu.. amat sangat..

Uhibbuki fillah..

 

 

KKN Motion: Amazing Stuff ^^


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Heiiiiiiiiii kawan… kaifa haluk? lama tak berceloteh.. ada sebongkah rindu yang menggunung untuk menulis disini.. Ah, ternyata seorang saya masih amatir rupanya saudara, untuk menuangkan hasrat menulis itu.. makanya lama tak berselancar di dunia perblog-an ini..huftt..

But, it’s time to write.. waktunya menuliskan sejarah, setidaknya ada jejak, dimana tapak ini pernah menjejak, agar ada yg bisa ditinggalkan… So, check this out… ^_^

Tertanggal dari 2 Juli – 3 Agustus, saya bersama ratusan mahasiswa di kampus yg kebanyakan semester 6 & 8 diamanahi kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) tematik “Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pengembangan Ekonomi Lokal” di bilangan Kecamatan Cisarua. Kami terbagi menjadi 10 kelompok, sedangkan saya sendiri ada di kelompok yang di tempatkan di Kelurahan Cisarua.

Awalnya,personally, saya berpikir, this is will not work.. Merasa akan sangat berat, underpressure dan unconvenient sekali menjalankan KKN ini. Pasalnya, satu kelompok kami harus berada dalam satu rumah dalam jangka waktu sebulan.. Can you imagine that? Bagaimana sebagai seorang akhwat, diri ini harus menjaga baik raga dan hati agar terselamatkan dari perangkap syathoni.. Dari interaksi berlebih dan sebangsanya.. Dan disanalah, tarbiyah dzatiyah diri ini diandalkan..*tergugu… T_T

Inginnya berlari, pergi meninggalkan tempat KKN itu, tapi teringat bahwa kehadiran kami disana bukan sekedar hidup bersama, namun ada hal yg lebih penting yang harus kita perhatikan : “KEBERMANFAATAN”.. Yepp !!! apa manfaat yang dapat masyarakat Kelurahan Cisarua dapatkan dari kehadiran kami yang konon di labeli dengan nama kebesaran “mahasiswa” ini.. Sebagaimana hadits yang berbunyi:

Sebaik-baik manusia adalah dia yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Al-Hadits)

Based on that mind, saya mulai putar haluan, mencoba berganti fokus, tanpa mengabaikan urusan menjaga itu.. Bahwa, keberadaan kami ditengah-tengah masyarakat haruslah memberi manfaat dan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka.. Dan tentang menjaga,, Saya selalu mengazzamkan diri dan menyemangati diri bahwa:

“…..barangsiapa menjaga dirinya, maka Allah akan menjaganya…” (Al-hadits)

Thanks to the sister who love the blue sky that give me strenght and support. Yang setia mendengarkan celoteh terpenting hingga tertidak penting dari saya… *hugging*

Seminggu pertama, belum mulai banyak program yang di jalankan, masih berkisar pada silaturahim kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat. Bersosialisasi dan beradaptasi baik kepada masyarakat maupun dengan kawan seperjuangan.. Bersama kawan seperjuangan di Kel. Cisarua, Day by day, we have our chemistry.. Lambat laun, kami bisa berintegrasi, menyamakan persepsi, tanpa banyak selisih yang berarti, bersama tapi tidak melebur, tau seperti apa? Seperti Pelangi, Bersatu dalam gradasi warna berbeda namun serasi dan padu.. Amazing, Isn’t it? 🙂

Oke, Adapun gambaran umum dari Kelurahan Cisarua adalah:

žLuas Wilayah   : 200 Ha
žBatas Wilayah
a.Sebelah Utara   : Ds. Leuwimalang
b.Sebelah Selatan   : Ds. Cibeureum
c.Sebelah Barat   : Ds. Citeko
d.Sebelah Timur   : Ds. Batulayang
žKetinggian dpl   : 800 M
žCurah Hujan   : 33 mm/t
žBentuk Wilayah   : Berbukit
žWilayah Administratif terdiri dari
a.Jumlah Kelapa Lingkungan   : 2
b.Jumlah Rukun Warga   : 5 RW
c.Jumlah Rukun Tetangga   : 19 RT
žJumlah Penduduk dan KK
a.Penduduk   : 8841
b.Laki-laki   : 4460
c.Perempuan    : 4381
d.Jumlah Kepala Keluarga   : 2187

Then, setelah mengamati kondisi lingkungan, kami mulai menjalankan dua program utama yang perlu dijalankan: 1) Pengembangan PAUD dan 2) Pengembangan UMKM dan program tambahan lainnya..

1) PAUD

Sebagai satu-satunya kelurahan di Kecamatan Cisarua, Kelurahan ini memiliki penduduk yang padat dengan jumlah usia PAUD yang tinggi.. Selain itu, kondisi sarana pendidikan yang kurang mengakibatkan Inisiasi PAUD sangat dibutuhkan di daerah ini. Meskipun terdapat PAUD di RW 02, namun dengan letaknya yang jauh dengan tempat tinggal masyarakat di RW 01, maka masyarakat berhak memiliki PAUD di daerahnya sendiri. Oleh karenanya, In the Name Of Allah, kami mulai menginisiasi PAUD di Kampung yang dinamai Arayak-Cibereum ini.. Hal Pertama yang kami lakukan adalah Sosialisasi Pentingnya PAUD di Masyarakat Setempat..

ini dia..*tringgg*

Image
Sosialisasi Pentingnya PAUD dgn Tema “Urgensitas Pendidikan Anak Usia Dini dalam Pandangan Islam”

 

Kedua, kami mengadakan Pendampingan Pendirian PAUD di Masyarakat dengan mengadakan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat.. Dari sini, terbentuklah Struktur Komite PAUD, Struktur Pengelola dan Namanya.. Nevertheless, bukan sayur namanya kalau tidak ada sang asin: garam.. Seperti sayur, kegiatan kami yang satu ini mengalami masa asinnya. Ada konflik internal antar warga yang membuat kegiatan Inisiasi PAUD ini agak terkendala.. Dan begitulah caraNya mendidik kami.. Kami belajar mematangkan alam pikiran dan mendewasakan diri, dengan posisi sebagai problem solver, kami memetik banyak hikmah di masyarakat tentang kultur masyarakat, tentang seni bersosialisasi dan bernegosiasi.. Sempat ada keadaan which is sangat menguras energi dan emosi kami, temans sekelompok saya menyebutnya saat-saat “chaos”. Bukan.. Bukan chaos sambal atau chaos oblong temans. Tapi the real “chaos”… And finally, chaos pun terlewati, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kami lulus dalam tahap per-chaos-an ini.. Alhamdulillah 🙂

And thankfully, nama PAUD AL-HAMBRA yang kami canangkan terbentuk sudah.. Bukan untuk sementara, tapi sementahun, bahkan selamanya,, kalau kata salah satu tutor dari masyarakat, semoga nama ini bertahan ‘Abadan abadaa.. Forever after.. *we hope so, Maam:  Aamiin..*

saat-saat penting dan genting…

Image
Koordinasi dgn ToMas Kel. Cisarua

 

Ketiga, Mengajar PAUD…

This is it!! *wink*

Bagian yang paling berkesan dan mengharukan.. Awal mula saya harus mengajar, nona-nona  nano-nano rasanya.. Don’t know what to do banget.. hingga akhirnya, diberikan kenyamanan mengajar, dengan keterbatasan ilmu, keterbatasan suara (say suara saya dibawah rata-rata) karena mengajar PAUD berhubungan erat dengan suara untuk sing a song or something, daan keterbatasan pengalaman.. Tapi, inilah yang membuat saya nyaman di tempat KKN, berinteraksi dengan anak-anak yg pada dasarnya lucu stadium 4.. Dai suki da ^_^

Banyak belajar dari dan tentang anak.. Ada anak yang sangat introvert, ada yang cengengnya luar biasa, ada yang hiperaktif berlebih, ada yang stay cool anytime, ada yang charming, ah pokoknya, ada-ada aja…

the big question is, bagaimana caranya mengukir kebaikan dan keshalihan diatas batu yang mereka miliki.. di masa keemasan mereka, They’re like a diamond which is need special treatment… baik guru, orangtua, even lingkungan, sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang mereka..

Teringat anak-anak perempuan, yang kalau sekolah dipakaikan baju muslim, eh, pas di rumah dibiasakan pakai baju alakadarnya.. duh,, mirisss:( kasihan anaknya.. Jadi berkontemplasi, bagaimana nanti kalau punya anak sendiri.. proses mendidiknya itu loh… jihad sekali pastinya..

Well, let’s check the studied activities:

This is it….^_^

Image
Ayyooo, kita berolahraga *sing*
Image
when they’re sing >> “Apa kata jari jempol? kalau belajar jangan ngobrol..”
Image
hasil mewarnai anak-anak kelompok B ^_^

This is us.. Para Eksekutor ^^…..

Tadaa..

Tadaaa
Ranger Kelurahan Cisarua

 

Well, for this time is enough..

I’ll tell much more about this Amazing stuff next time, Insya Allah..

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

*TBC ^_^