Kita Rindu Menaiki Gerbong Cahaya

Taufiq Ismail

Inilah kini zaman,

Ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan.
Dengan uang, hubungan antar manusia diukur dan ditentukan.
Ketika mobil, tanah, deposito, relasi dan kepangkatan …
Ketika Politik, Ideologi, Kekuasaan disembah sebagai Tuhan.

Di zaman ketika ramalan bintang diangkat menjadi Tuhan.
Ketika garis telapak tangan dipercaya sebagai ganti Tuhan.
Di masa angka 13 dipatuhi sebagai Tuhan
Di zaman berbuat banyak takhayul, kuno atau modern.

Baik dari timur maupun dari barat asalnya Dari budaya daerah atau budaya dunia
Dengan dominasi materi
Menggantikan Tuhan.

Kemudian kita ….

nafas nyaris kehabisan
Mempertahankan keimanan

Inilah dia kini zaman …

Ketika kita melihat ke kiri dan ke kanan …
Kita menampak ada anak-anak membeli jawaban soal ujian
Mahasiswa mencuri skripsi
Pasca Sarjana plagiat disertasi

Pelaku bisnis menyogok ke kanan dan ke kiri
Menyuapkan komisi ke sana dan ke sini

Di dalam birokrasi
melakukankan korupsi
Anggaran disunat
Laporan fiktif menjadi-jadi

Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Pebisnis, banyak yang menjadi garong berdasi
Semua Suku dan Etnik …
Bersama menjelma bangsa Pencuri.

Ketika Polisi, Hakim, dan Jaksa ….
Sedikit yang bisa dipercaya
Ketika memutus
Ketika Keputusan Pengadilan …
Jelas terasa diperjualbelikan

Inilah dia zaman …

Dengan sia-sia kita cari ke belakang dan ke depan …
Susah berjumpa dengan Kejujuran …

Hari ini kita berdiri di Tepi danau
Kemudian kita saksikan
Begitu banyak …
Tiga sampai empat orang naik motor boncengan.
Anak-anak muda naik atap bus.
Anak-anak tua memanjat ke atap gerbong kereta api …
Berteriak-teriak di atasnya,
Melambai-lambaikan bendera,
Cuma untuk menonton bola ….

Ribut
Memaksa masuk stadion
Tidak beli karcis
Dan kalau timnya kalah
Marah ….
Marah-marah
Melemparkan kaleng dan botol
Ke tengah lapangan pertandingan

Peraturan lalu lintas dianggap sepele
Kebut-kebutan

Anak-anak muda
Sedikit-sedikit tawuran

Anak-anak tua
Sedikit-sedikit ngamuk-ngamukan

Tinju diacung-acungkan
Batu dilempar-lemparkan
Pagar besi digoyang-goyangkan
Di tengah jalan membakar ban

Benih Anarki disebar-sebarkan
Sampai bodoh-bodohan
Hingga capek kita
Bercerai ke kiri dan ke kanan

Dimana itu ketertiban ???????

Pada hari ini …
Kita mencari disiplin diri

Artinya …

Bagaimana cara memenuhi janji
Melaksanakan tugas dalam bentuk janji
Membayar hutang dalam bentuk janji
Tekun dalam bekerja keras

Maknanya tidak bermalas-malas
Mencapai tujuan baik yang jelas
Saling membantu dalam bentuk yang ikhlas
Bagaimana selalu berusaha tepat waktu

Sebagai bangsa yang sejak dahulu
Menghadiri 100 kali rapat
90 selalu terlambat

Kita adalah bangsa terkenal di dunia,
Paling tepat waktu …
Cuma pada waktu berbuka puasa

Dan pada hari ini
Mari kita menentukan hati
Kukuh dalam disiplin diri

Hari ini …
kita mencari orang yang adil dan peduli

Artinya peduli …
Saling menolong dalam kebaikan
Saling membantu bila terjadi kemalangan
Menyantuni sesama dalam kesengsaraan

Artinya …
Simpati terhadap kemiskinan
Ikut aktif memberantas kemelaratan

Artinya …
Pemurah dalam bersedekah
Walaupun sedikit dalam jumlah
Tapi …
Tidak pernah lupa
Tidak pernah lelah
Menanamkan Solidaritas sesama bangsa

Dan Ternyata …
Di tengah kita …
Masih …..

Tapi pada hari ini
Alangkah susahnya kita mencari
Orang yang kuat mengendalikan diri dari adiksi

Artinya …
Tidak merokok
Dan anti narkoba
Tidak minum-minuman keras

Artinya …
Menjauh dari dari alkohol, nikotin, rokok, sigaret …
Sabu, ekstasi, ganja, dan marijuana
Berbagai juga racun, residu dan semacamnya

Terperangkap adiksi
3 juta orang jumlahnya
Tidak sedikit dari mereka
Ikut gerakan syahwat merdeka
Baik pornografi hape dan internet
Sex tanpa aturan
Dicengkram oleh kebebasan tanpa batasan
Yang ditawarkan ideologi neoliberal kebablasan

Dibayar dengan 25 penyakit kronis
Penyakit tahunan
400 ribu menjadi mayat setiap 12 bulan
1172 orang mati setiap hari
Diturunkan ke kuburan

Tapi …..
Masih banyak di tengah ini kebalauan
Yang tetap kukuh dalam kesantunan

Artinya …
Tidak dibutakan…

Ayahanda …
Cinta kepada istri
Cinta kepada suami

Dan Ananda ….
Menyayangi Saudara dan keluarga
Hormat pada guru
Hormat pada guru pemberi ilmu
Senantiasa memelihara budi bahasa
Perduli kepada sesama manusia
Tidak suka bersombong-sombong
Tiada gemar berbangga-bangga
Mereka tetap mengenakan busana
Akhlak mulia ….

Di tengah ini kebalauan
Keras dan susah payah
Mereka tetap jujur sebagai pertahanan
Bertanggung jawab
Visioner
Disiplin
Bekerjasama
Adil
Peduli
Ikhlas
Santun dan
Sederhana

Mereka …….

Merindukan kendaraan bersama

Lihatlah mereka
Kini mengendarai gerbong cahaya
Mengibarkan nilai-nilai luhur dan utama
Bagi Indonesiaku

Sumber

2 thoughts on “Kita Rindu Menaiki Gerbong Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s