MANIPULASI EMAS PERAK: JALAN UNTUK HIPERINFLASI

 

Sufyan al Jawi – Numismatik Indonesia

 

Grafik naik turunnya harga emas perak adalah ilusi. Manipulasi besar kaum Yahudi, setelah menciptakan bank dan uang kertas, adalah menjadikan emas batangan dan mengatur harganya.

 

Tahukah anda bagaimana harga emas itu ditetapkan? Dan kemudian orang-orang percaya dengan harga-harga tersebut. Semua pedagang dan spekulan emas – termasuk kita – menanti terbitnya harga emas terbaru sebelum memulai pasar emas perak, bahkan untuk menetapkan harga koin dinar dirham. Dan celakanya, emas perak itu seakan-akan hanya berharga sejak pukul 10.00 pagi hingga 16.00 petang, dari hari Senin sampai hari Jum’at. Setelah itu, di luar jam kerja, harga emas perak seakan-akan tiada lagi – bahkan sudah dianggap sebagai harga pasar gelap! Padahal ini adalah permainan ilusi saja.

Di tahun 2002, emas batangan dihargai $300/oz. Kini tahun 2011, emas diperdagangkan $1500/oz. Dalam 9 tahun saja harga emas melonjak 5 kali lipat! Kenaikan yang fantastis tersebut, disebabkan oleh krisis keuangan di Amerika dan Eropa, khususnya pada dua tahun terakhir. Beberapa bulan terakhir, harga emas – juga perak – bergerak naik secara pesat. Bahkan perak, yang di awal Agustus 2010 masih dihargai $20-an per oz, kini (April 2011) sudah mencapai $40-an, alias lompat 100% dalam waktu singkat. Sungguh luar biasa! Lompatan harga perak ini, dampaknya membuat orang melirik perak seketika. Saat ini di Indonesia untuk mendapatkan perak murni pun sulit, apalagi membeli perak murni di atas 10 kg dalam sehari. Bahkan pembeli dinar emaspun, kini antri berebut dengan antrian dirham. Inilah euforia!

Selain itu para penulis buku emas sering menggiring opini masyarakat, bahwa menyimpan emas batangan itu lebih baik daripada menyimpan koin emas – bahkan dinar emas sekalipun. Argumen mereka, kadar emas batangan adalah 99,99%, sedangkan koin emas seringkali kadarnya di bawah itu. Kalaupun koin emas ada yang berkadar 99,99%, orang masih menghargai koin tersebut di bawah harga emas batangan. Ini lucu! Padahal numismatis di penjuru dunia justru akan menghargai koin emas, apalagi koin langka – harganya justru akan melambung tinggi.

Karena ilusi tersebut, kita terkadang terpengaruh pula. Bahkan menjadi kurang percaya diri bila sepenuhnya – asset kita (bila ingin ditabung dalam emas) ditabung dalam koin dinar saja – tanpa keikutsertaan emas batangan. Untuk apa kita menyimpan emas batangan? Antisipasi penukaran kembali (ke uang kertas) dinar? Atau untuk cadangan cetak dinar? Justru kitalah yang berkewajiban dinar dirham berfungsi kembali sebagai alat muamalah. Lepaskanlah diri kita dari sihir dan was was tersebut.

Manipulasi Harga Emas Perak Dunia

Harga emas dan perak hari ini adalah ilusi serta manipulasi. Emas saat ini tidak lagi dihitung dengan komoditas pangan, sandang dan papan. Emas tidak lagi dihitung dengan permintaan dan jumlah produksi – tetapi langsung dihitung dengan uang kertas! Tidak ada lagi tradisi jual beli dengan dinar emas dan dirham perak, kecuali harus dengan proses penukaran kembali dengan rupiah? Dan semua orang harus melihat grafik turun naiknya harga emas dan perak terhadap uang kertas, sebelum mereka melakukan pertukaran antara koin-koin tersebut.

Emas dan perak kini diperlakukan sebagai mata dagangan saja. Maka tidak aneh, bila ada orang yang membuka bisnis gadai emas, bisnis berkebun emas dan menjual emas tanpa ada emas. Selama dinar dengan dirham tidak dapat dipertukarkan secara langsung tanpa perantara hitungan uang kertas. Selama itu pula muamalah belum sepenuhnya lepas dari uang kertas – bahkan meskipun fulus nanti sudah beredar. Maka selama itu pula kita belumlah paham, kenapa Allah SWT mengajarkan Nabi Adam As tentang fungsi emas perak bagi manusia.

Harga emas hari ini $1.500/oz bukan harga yang sebenarnya. Ketika penipuan ini dimulai, Agustus 1971, emas masih dihargai $35/oz. Tapi bila dihitung dengan benar – oleh ahli keuangan – tentunya berdasarkan jumlah bubble uang kertas dolar di pasar valas yang kini mencapai $200 Trilyun per tahun. Ada kepincangan sebesar $194 Trilyun dari beredarnya uang kertas fiat money – yang jumlahnya mencapai lebih dari 33 kali lipat nilai barang dan jasa dalam perdagangan dunia.

Maka harga emas hari ini seharusnya USD 6.000/oz bukan USD $1.500/oz, ini tidak masuk akal! Parahnya lagi, harga perak dibanting sangat murah. Bila emas ‘ngotot’ dihargai $1.500/oz, maka kini seharusnya perak dihargai $120/oz bukan $45/oz! Maka tidak aneh, bila harga perak pada Agustus 2010 $24/oz loncat menjadi $45/oz pada April 2011. Dalam waktu singkat, perak naik 100% – ini jelas ilmu sihir. Dan menyalahi hukum alam, Insya Allah – hiperinflasi uang kertas segera dapat kita rasakan bersama dampaknya. Tipuan sihir segera musnah!

Dalang Sihir Emas Dunia

Setiap hari, harga emas dimulai di London, Inggris. Sebelum para pedagang di pantai Timur meminum secangkir kopi, lima orang anggota pasar emas London telah menyepakati harga emas untuk sesi pagi saat pasar dibuka. Mereka memperkirakan supply dan demand emas yang akan dilakukan hari itu.

Menurut Terry Smeeton, mantan kepala operasi pertukaran mata uang asing dan emas di Bank of England, perdagangan emas di London mencapai 7,5 juta oz per hari. Baik berupa penjualan langsung (on the spot), ataupun penjualan yang akan datang (forward). Sedangkan penetapan harganya dilakukan oleh Tim Lima, yang mewakili N.M. Rothschild (Ketua Tim), Societte General, Hongkong Shanghai Bank (HSBC), Scotia Mocatta dan Deutsche Bank.

Di Amerika Serikat, pemain emas mencuri informasi dari harga emas di London sesi pagi ini sebelum mereka bermain di bursa emas COMEX dan NYMEX di New York. Perbedaan waktu antara London dan New York dimanfaatkan betul-betul oleh spekulan. Atmosfir pelelangan di pasar COMEX nyaris tak bisa dikendalikan, berbeda dengan yang terjadi di pasar emas London. Setelah pasar Comex sesi pagi ditutup, permainan dilanjutkan oleh Future Trading di NYMEX melalui ACCESS, yaitu pasar yang dikendalikan dengan menggunakan internet.

Pasar Hongkong mengambil batas harga yang direkomendasikan oleh ACCESS. Jika emas di Hongkong mulai bergerak, para investor di Timur Tengah – Dubai – mulai bereaksi dengan melakukan transaksi. Pasar Hongkong memainkan peran pengisi – gap – yang terjadi antara di Amerika dan Eropa. Dan pasar emas lainnya adalah Zurich, juga Mumbai India. Namun dalang sihir dari manipulasi harga emas perak dunia tetaplah berada dalam panduan Tim Lima The City – London.

Selama kita masih mengikuti alur permainan Tim Lima, selama itu pula dinar dan dirham juga fulus – belum lepas dari kendali uang kertas. Tim Lima ini pula, yang merancang agar hiperinflasi uang kertas segera terjadi. Dengan demikian permainan baru dimulai secara masal tanpa dapat dikendalikan oleh pemerintah negara manapun. Begitulah permainan uang Matriks Elektronik. [SF]

http://wakalanusantara.com/detilurl/Manipulasi.Emas.Perak:.Jalan.Untuk.Hiperinflasi/822/id

 

Ulasan Artikel:

Inflasi menyebabkan harga-harga barang naik. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa inflasi terbagi menjadi 4 macam, yakni inflasi ringan (<10%), inflasi sedang (10-30%), inflasi berat (30-100%), dan hiperinflasi (>100%).

Apa yang dipaparkan Sufyan al-Jawi mengenai akan adanya hiperinflasi uang kertas yang terjadi akibat manipulasi emas dan perak yang dilakukan kaum kapitalis agaknya dapat dibenarkan. Hal ini, tak lain karena saat ini, emas yang nilainya setara dengan alat tukar, hanya dijadikan sebagai mata dagangan semata, bukan sebagai alat tukar itu sendiri. Sedangkan fiat money, yang hanya berupa kertas, tidak memiliki nilai intrinsik, dan amat rawan terhadap inflasi  dijadikan alat tukar resmi yang dikeluarkan pemerintah. Jauh berbeda dengan dinar emas dan dirham perak yang memiliki nilai intrinsik dan terbebas dari kondisi inflasi, bahkan dalam semua mata uang kertas kurs dinar emas dan dirham perak, dari tahun ke tahun terus meningkat. Kenaikan nilai dinar dan dirham tersebut berimplikasi pada turunnya biaya-biaya dan harga dari barang dan jasa, bahkan dalam dinar dan dirham, harga tersebut akan stabil.

Sebagai contoh pada harga semen (di Jakarta). Pada tahun 2000 nilai tukar 1 Dinar emas adalah sekitar Rp 400.000, harga satu zak semen sekitar Rp 20.000/zak, maka 1 Dinar emas dapat dibelikan 20 zak semen. Pada tahun 2011 (Januari) harga satu zak semen yang sama menjadi sekitar Rp 50.000/zak, sedangkan nilai tukar Dinar emas adalah Rp 1.690.000. Maka satu Dinar emas pada awal 2011 dapat dibelikan 32 zak semen. Dengan kata lain harga semen/zak dalam kurun 2000-2010 dalam rupiah mengalami kenaikan sebesar 150%, tetapi dalam Dinar emas justru mengalami penurunan sebesar (-) 40%.

Contoh lain  yang penting bagi umat Islam Indonesia bila Dinar dan Dirham digunakan adalah pada  Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH), yang terus menerus naik dalam rupiah, sedangkan dalam dinar turun.

Sejak dinar emas kembali dicetak dan diedarkan di Indonesia (2000) penurunan BPIH dalam Dinar emas terjadi rata-rata sekitar 15-20% per tahun.  Ketika terjadi “krismon”, saat BPIH melonjak drastis dalam rupiah,  dalam Dinar emas justru mengalami penurunan, dari 97 dinar (1998) menjadi 68 dinar (2000). Dan sejak saat itu (1998-2004) BPIH dalam dinar terus cenderung mengalami penurunan secara berarti.  Untuk tahun 2002 dan 2003, berturut-turut, BPIH adalah senilai 64 dinar dan 56 dinar, atau turun 12.5%. Untuk tahun 2004, dengan kurs dinar emas sekitar Rp 500  ribu rupiah/dinar, BPIH cukup dibayar dengan harga cuma 46 dinar emas, turun lagi 17.8%.

Jadi, dibandingkan dengan harga sebelum “krismon”, harga BPIH 2004  dalam rupiah mengalami kenaikan 2,5 kali lipat, dalam dinar turun 1,5 kali lipat. Tingkat penurunannya sekitar 10 dinar atau 15-20%  per tahunnya. Untuk tahun 2005, walaupun nilai BPIH  dalam dinar tidak berubah, tetap 46 dinar, tapi dalam rupiah tetap mengalami kenaikan karena persoalan kurs. Dalam tahun 2006  turun lagi menjadi 34 dinar,  terus turun lagi menjadi 31 dinar (2007), dan turun lagi  menjadi 26-27 dinar untuk 2008.  Pada tahun 2009, lagi-lagi, ongkos naik haji bila diukur dalam Dinar, kembali turun, cukup dibayar hanya dengan 24 Dinar.

Tingkat penurunannya berturut-turut adalah 26%,  8%, dan 12%. Perbedaan biaya dalam rentang empat tahun, antara 2005 dan 2008, menunjukkan penurunan BPIH dalam dinar sebesar 41% (dari 46 dinar/2005 ke 27 dinar/2008)! Sementara dalam rupiah  justru naik 36% (dari Rp  23.2 juta ke Rp 31.6 juta), dan dalam dolar AS naik 25% (dari 2.730 dolar AS ke 3.430 dolar AS).[1]

Hiperinflasi terjadi akibat adanya manipulasi emas dan perak sebagaimana dikatakan penulis. Dalam hal ini kita dapat membuktikan dengan ada dan berkembangnya mindset kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia yang cenderung lebih apresiatif untuk menyimpan emas batangan, jual-beli emas, ataupun gadai emas. Padahal, akan sangat lebih bermanfaat bagi masyarakat apabila mulai menggunakan dinar emas dan dirham perak sebagai alat jual beli. Jika ini terjadi, maka dinar emas dan dirham perak akan beredar secara luas di masyarakat. Dan ini justru akan menstabilkan ekonomi, menurunkan harga-harga, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.


[1] Dokumen Dinar Dirham (www.jawaradinar.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s